Jagan kau petik harapanku kuberharap dalam doa
Mei 09, 2013
Tulis Komentar
,,,Jagan kau petik harapanku kuberharap dalam doa,,,
Lelaki duduk besipuh menadahkan tangan
mulut komat kamit dengan doanya
Malam sunyi senyap tak ada kata tak ada sapah
pandangan mata menembus pada langit biru
kesunyian malam menghantar redupnya kelopak mata kan merapat
bintang dilangit biru berkedip bagai ingin tertupi awan putih
Disudut rumah bayangan lelaki berjalan lelelah terluntah luntah
rawut wajah keruh tak ada kata pasti kebingungan
pada hati terpetik kata tanya masih kah ,, akan kah ... ?
hanya terdiam dan terdiam dan merenung,, ,,,,,,
Takterasa bayangan membasuh muka dengan tetesan bening putih
berdiri dan melangkah kembali.....
kain putih melintang didepangnya,,, akan membuang takbir..
Allahu akbar,,,
Tangan terankat mulut komat kamit membaca asmah Alloh
getaran hati hanya satu kebenaran pada Ilahi,,,
kolopak mata tersentuh oleh butiran bening bening putih
hati terasa bagai buh duren terbelah dua,,,,
sakit dan menjeriit tak ada kata yang ter untai
hanya sesekali mengusap dan meng hela napas
dalam hati berkata akan kah matahari terbenang sebelum waktu,,,,?
dan,,, akankah senjah tiba bila mentari terbit di upuk timur.,,,???
Kuhanya berharap pada embung pagi
menyiirami hati dengan butiran butiran putih
mengukir cita dalam harapanku dengan kesucian
jangan kau petik buah pohon yang telah kutanam
jangan kau pangkas tangkai yang melambaikan harapanku
Kuhanya bisa ber doa pada ahir takbirku
kuhanya berharap pada kebesaranmu ya Robby,..
Lelaki duduk besipuh menadahkan tangan
mulut komat kamit dengan doanya
Malam sunyi senyap tak ada kata tak ada sapah
pandangan mata menembus pada langit biru
kesunyian malam menghantar redupnya kelopak mata kan merapat
bintang dilangit biru berkedip bagai ingin tertupi awan putih
Disudut rumah bayangan lelaki berjalan lelelah terluntah luntah
rawut wajah keruh tak ada kata pasti kebingungan
pada hati terpetik kata tanya masih kah ,, akan kah ... ?
hanya terdiam dan terdiam dan merenung,, ,,,,,,
Takterasa bayangan membasuh muka dengan tetesan bening putih
berdiri dan melangkah kembali.....
kain putih melintang didepangnya,,, akan membuang takbir..
Allahu akbar,,,
Tangan terankat mulut komat kamit membaca asmah Alloh
getaran hati hanya satu kebenaran pada Ilahi,,,
kolopak mata tersentuh oleh butiran bening bening putih
hati terasa bagai buh duren terbelah dua,,,,
sakit dan menjeriit tak ada kata yang ter untai
hanya sesekali mengusap dan meng hela napas
dalam hati berkata akan kah matahari terbenang sebelum waktu,,,,?
dan,,, akankah senjah tiba bila mentari terbit di upuk timur.,,,???
Kuhanya berharap pada embung pagi
menyiirami hati dengan butiran butiran putih
mengukir cita dalam harapanku dengan kesucian
jangan kau petik buah pohon yang telah kutanam
jangan kau pangkas tangkai yang melambaikan harapanku
Kuhanya bisa ber doa pada ahir takbirku
kuhanya berharap pada kebesaranmu ya Robby,..
Belum ada Komentar untuk "Jagan kau petik harapanku kuberharap dalam doa"
Posting Komentar